Tampilkan postingan dengan label cabutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cabutan. Tampilkan semua postingan

Cabutan anakan homalanthus populneus

Cabutan anakan homalanthus populneus , Pohon ini cukup bagus untuk kegiatan penanaman didaerah terbuka 



Deskripsi Pohon Homalanthus populneus: termasuk perdu dan semak-semak, tingginya bisa mencapai 12 m dengan 12 cm diameter setinggi dada (dbh.). Stipules sekitar 14 mm, merah. Daun sebaliknya, urat daun kawat sederhana, menyirip atau tiga, gundul, bawah keputihan, kadang-kadang dengan dua kelenjar di dasar permukaan daun bagian atas.
Bunga sekitar 1,5 mm, berwarna kekuningan, diatur dalam racemes panjang. Buah sekitar 5 mm, hijau, kapsul pecah, biji dalam kulit biji (aril).
Ekologi
Pada lahan sangat terganggu, di tempat-tempat terbuka seperti semak-semak atau pinggir jalan. tersebar sampai 3000 m di atas permukaan laut


anakan homalanthus populneus
Cara Cabutan homalanthus populneus:
  1. Survey lokasi tempat anakan homalanthus, biasanya berada di daerah terbuka di pinggir jalan
  2. Siapkan media penyimpanan; bisa berupa ember diisi air ataupun karung basah 
  3. Cabut anakan homalanthus dengan tinggi maksimal 15cm
  4. Masukan kedalam ember dengan posisi akar dibagian bawah
  5. Sehubungan daerah penyebarannya berada di daerah terbuka alangkah baiknya sebelum dimasukan ember dilakukan pemangkasan untuk daun dengan cara disisakan 2 helai daun yang telah dipotong separuh


Gb. pangkas akar dan daun


Sebelum penyemaian di bedeng semai, rapihkan akar dengan cara di gunting. ini berfungsi untuk menghindari terlipatnya akar dan terjadi pembusukan sehingga menyebabkan kematian 




Postingan ini bukanlah hal yang pasti, semuanya bisa di tambah, dikurang ataupun di bantah..


Cabutan anak Ulin

Cabutan anakan ulin banyak digemari para pencari bibit ulin 



Pohon Ulin merupakan pohon terkeras dan menjadi maskot bagi Kalimantan, karena kekuatannya ini maka julukan pohon besipun tersemat di pohon ulin.
Pohon ulin mempunyai buah yang lonjong dan besarnya sebesar sekitar diameter 5-10cm sedangkan biji ulin tampa kulit sekitar 3-7cm, seperti kayunya yang keras, biji ulin terlindungi kulit yang keras seperti tempurung kelapa.

Walaupun memperbanyak tanaman ulin dengan menyemaikan bijinya mulai di kembangkan namun pengambilan cabutan anakan ulin masih banyak dilakukan, ini beberapa tip dalam mencari cabutan anakan ulin :

  1. Survey Lokasi dimana ada pohon ulin, apatah lagi jika sudah berdiameter diatas 45cm. biasanya ulin akan mengelompok ini dikarenakan biji ulin yang cukup besar dan berkulit keras sehingga penyebarannya tidak jauh dari induknya yang menjadi salah satu sebab ulin tumbuh berkelompok.
  2. hindari mencari anakan ulin saat musim buah ulin masak dan berjatuhan (antara bulan juli-oktober ulin mulai berbuah). ini untuk menghindari kecelakaan tertimpanya buah ulin.
  3. Ulin termasuk pohon yang sangat cepat pertumbuhannya saat masih anakan (terbalik saat sudah dewasa), bisa dibayangkan sebelum daun membuka dan berfungsi anakan ulin bisa mencapai 20cm
  4. Anakan ulin masih menempel pada bijinya walaupun telah mencapai tinggi 120cm, pada anakan ini alangkah baik menyertakan biji saat pencabutannya dikarenakan prosentasi kematian tampa menyertakan biji pada anakan setinggi ini bisa mencapai 80%
  5. Anakan yang dibawah 35cm bisa dilakukan pengumpulan cabutan tampa menyertakan biji yang menempelnya
  6. anakan yang menyertakan biji yang menempelnya prosentasi bisa hidupnya mencapai 95% 
  7. Pada anakan yang tak menyetakan biji dilakukan pemangkasan daun dimana hanya 2-4 daun saja yang dibiarkan ini untuk menghindari dehidrasi. (kita tahu bahwa daun ulin cukup besar) 

Selamat Berburu Cabutan anakan ulin





Teknik Mengambil Bibit dihutan secara Cabutan

Mengambil Bibit dihutan secara Cabutan harus menghindari dari dehidrasi 



Setelah kita tahu bahwa Cabutan merupakan bahan baku bibit persemaian yang sangat murah dibanding dengan cara menyemai biji ataupun dengan cara stek.
Namun ternyata dalam pengambilan bibit di hutan tidaklah seperti membalikan telapak tangan, lantas bagaimana cara memperoleh bibit cabutan yang baik sehingga dapat disemaikan?

berikut ini tahapan-tahapannya:

Menentukan Target Lokasi, sebelum melakukan pengambilan bibit kita harus tahu dulu lokasi yang akan dituju dan kelimpahan bibit yang menjadi target kita sehingga kita tidak pulang dengan tangan hampa

Persiapkan Media Semai, ini penting sebab jika bibit cabutan tidak segera di semaikan dalam polybag maka usaha kita dalam mencari bibit hanyalah sia-sia di karenakan bibit yang kita ambil tidak segera disemaikan yang akan berujung pada kematian

Persiapkan Sungkup, setelah bibit di semaikan bibit harus dilakukan penyungkupan agar prosentasi hidupnya lebih dari 80%

Mempersiapkan Alat dan Bahan

  1. Ember / karung
  2. larutan hormon jika diperlukan
  3. gunting stek
Mengambil/ mencabut bibit dengan kategori bibit yang dicabut :

  1. Minimal telah berdaun 4
  2. tinggi ideal 10-15cm
  3. setelah pencabutan bibit dimasukan dalam ember berisi air/ jika kondisi kelembaban hutan tinggi maka cukup dikumpulkan dan ditutupi dengan karung basah atau dibungkus daun daunan yang ada di hutan. namun dimasukan dalam ember itu yang ideal walau tidak praktis
Membawa bibit diharuskan bibit tidak terkena sinar matahari dan dengan keadaan kelembabannya terjaga. yang praktis dan ekonomis adalah dengan cara di masukan kedalam karung basah dimana sebelumnya bibit telah dibungkus oleh dedaunan. 

Menyeleksi bibit yang akan disemai, sekalian dilakukan pemangkasan akar dan pengguntingan daun. 
pemangkasan akar ini sangat penting sebab saat bibit disemaikan dengan akar yang terlipat maka akan mengakibatkan akar tersebut patah lalu membusuk dan kematian pada bibit. 
sedangkan pemangkasan daun bertujuan untuk menghindari penguapan yang berlebihan. sebab kita tahu bahwa akar bibit belum berfungsi dengan baik sehingga fungsi daunpun harus kita batasi.




Postingan ini bukanlah hal yang pasti, semuanya bisa di tambah, dikurang ataupun di bantah..


Perbandingan Biji, Cabutan dan Stek Pucuk


Kelebihan dan kekurangan stek pucuk dibanding biji dan cabutan 



Keuntungan :
·         Dapat dikoleksi dalam jumlah yang banyak selama musim berbuah
·         Murah dan praktis pengadaannya
Kerugian :
·         Waktu pengambilan terbatas (sebelum biji tumbuh)
·         Musim berbuah tidak menentu
·         Biji sering di serang hama dan penyakit
·         Tidakdapat disimpan lama
·         Beberapa jenis bijinya sulit didapat
·         Pengambilan biji di hutan untuk tanaman yang berbiji kecil dan yang penyebaran bijinya dengan angin tingkat kesulitannya sangatsulit

Keuntungan :
·         Waktu pengambilan cukup lama bahka nuntuk jenis ulin bisa sampai umur 2 tahun masih layak untuk cabutan
·         Bisa diterapkan untuk semua jenis walaupun berbiji sangat kecil
·         Untuk jenis meranti cabutan sudah terinokulasi mikoriza
·         Mudah dan murah
Kerugian :
·           Jumlah dan jenis bibit tak menentu
·           Memerlukan daerah cabutan yang mempunyai tegakan pohon induk yang bagus
·           Diperlukan pengenal jenis sebab anakan pohon hampir mirip

Keuntungan :
·         Dapat diproduks idalam jumlah yang banyak
·         Waktu bisa disesuaikan / tida ktergantung musim
·         Hasilnya bibit mempunya iketinggian dan umur yang sama
·         Dapat menganalisa untuk kualitas tempat tumbuh
·         Dapat memperbanyak genotip yang baikdar isatu jenis pohon.
Kerugian:
·         Tidak semua jenis mudah di stek
·         Perlu membuat kebun pangkas
·         Untuk jenis dipterocarpaceae diperlukan inokulasi mikoriza
·         Perlu keterampilan dan pengetahuan khusus dalam stekpucuk
·         Lebih mahal dan lama prosesnya dibandingkan biji dan cabutan

Baca juga :
Pengertian-pengertian di stek pucuk 
Prospek persemaian




KATAGORI CABUTAN


Katagori Cabutan yang baik teregantung pada type daun dan tinggi semai



Tidak semua anakan pohon (tingkat semai) didalam hutan bisa kita cabut kemudian disesmaikan. sebab ini tergantung pada jenis pohonnya dan ukuran semai tersebut.
lantas yang seperti apa yang merupakan type cabutan ideal:
1. Perhatikan daun mudanya (tunasnya) jika tanaman tersebut mempunyai daun muda yang masih berwarna (baik itu hijau meda, merah, atau bisa juga keputih-putihan) maka tanaman tersebut tidak bisa dijadikan cabutan
2. perhatikan tanaman-tanaman yang mempunyai daun besar atau majemuk. Tanaman seperti ini biasanya mempunyai tingkat kematian yang cukup besar jika disemaikan dengan cabutan
3. Daun yang ada minimal telah ada 4 helai daun
4. Tinggi ideal untuk cabutan adalah 10cm tampa akar


    Postingan ini bukanlah hal yang pasti, semuanya bisa di tambah, dikurang ataupun di bantah..